Cara Membudidayakan Buah Naga (Dragon Fruits)
Beberapa
waktu yang lalu buah Naga menjadi pembicaraan karena berbagai kandungan
zat alami yang dimilikinya. Selain segar, buah yang berasal dari
tumbuhan jenis kaktus ini sering digunakan sebagai asupan pendamping
bagi penderita penyakit kanker, kolesterol, stroke serta demam berdarah.Buah
yang dikenal mempunyai kandungan zat antioksidan, betakarotin serta
vitamin E ini terdiri dari beberapa macam jenisnya, ada jenis buah naga
merah, kuning, putih serta hitam. Jenis yang terakhir atau yang biasa di
sebut black dragon fruit ini yang kemudian sangat diminati oleh pelaku agribisnis.Sebab,
selain termasuk varian baru sehingga mampu mendongkrak harga jual, buah
jenis ini mempunyai masa panen yang lebih cepat dan buah yang lebat
pada tiap pohonnya.
Buah
Naga telah lama dikenal oleh rakyat Tionghoa kuno sebagai buah yang
membawa berkah. karena biasanya buah naga diletakkan diantara patung
naga di altar.Oleh karena itu
orang Vietnam menyebut buah naga atau dalam bahasa Vietnam disebut
dengan nama Thang Loy di Thailand diberi nama Keaw Mang Kheon, dalam
istiiah Inggris diberi nama DRAGON FRUIT clan di Indonesia dikenal
dengan nama BUM NAGA Sebenarnya tanaman ini bukan tanaman asil daratan
Asia, tetapi merupakan tanaman ask Meksiko clan Amerika Selatan bagian
utara ( Colombia ). Pada awainya buah naga ini dibawa kekawasan Indocina
( Vietnam ) oleh seorang Perancis sekitar tahun 1870. dari Guyama
Amerika Selatan sebagai hiasan sebab sosoknya yang unik dan bunganya
yang cantik dan berwarna putih. Baru sekitar tahun 1980 setelah dibawa
ke Okinawa Jepang tanaman ini mendunia karena sangat menguntungkan. Pada
tahun 1977 buah ini dibawa ke Indonesia clan berhasil disemaikan
kemudian dibudidayakan. Buah naga kaya akan vitamin dan mineral dengan
kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet.
Beberapa khasiat dari DRAGON FRUIT adalah :
1. Penyeimbang kadar gula
2. Pencegah Kolesterol tinggi
3. Pencegah kanker usus
2. Pencegah Kolesterol tinggi
3. Pencegah kanker usus
Ditanam di dataran rendah, pada
ketinggian 20 – 500 m diatas permukaan laut.Kondisi tanah yang gembur,
porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur
hara, pH tanah 5 – 7. Kebutuhan umum untuk budidaya Buah Naga adalah
dengan kondisi tanah berpasir, kering, cenderung merah, PH normal
(6-7). Apabila syarat umum diatas belum terpenuhi, bisa dilakukan
pengolahan tanah lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan. Misalnya apabila
tanah cenderung basah/asam, maka perlu pengaplikasian Kapur/Dolomit
untuk meningkatkan PH tanah. Begitu pula apabila tanahnya cenderung
keras, penambahan pasir atau abu sekam juga perlu dilakukan.
PH tanah normal 6-7 sangat penting dalam budidaya Buah Naga.
Apabila PH cenderung asam, maka akan terjadi banyak serangan jamur yang
mengakibatkan busuk akar atau batang. Kedua serapan unsur Kalium akan
terhambat sehingga Buah Naga menjadi
tidak maksimal (kerdil). Turunnya PH tanah bisa terjadi karena curah
hujan yang tinggi dan sistem drainase yang kurang bagus, sehingga air
tidak bisa cepat tersalurkan.
Air cukup tersedia, karena tanaman ini
peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air
Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses
pembungaan
2. Persiapan Lahan
Persiapkan tiang penopang untuk tegakan
tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh.
Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm
dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung
bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran
untulk penopang dari cabang tanaman
Sebulan sebelum tanam, terlebi dahulu
dibuatkan lubang tanan dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2
m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam
penyangga
Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanam dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga.
Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah.
3. Persiapan bibit dan penanaman
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara :
Stek dan Biji
Stek dan Biji
Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan
bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam
polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk
kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.
Setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.
4. Pemeliharaan
PengairanPada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan
Pemupukan
Pernupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 – 10 Kg.
Pernupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 – 10 Kg.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman
Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman
Pemangkasan
Catang utama ( primer ) dipangkas,
setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan
ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang
sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2 cabang tersier yang berfungsi
sebagai cabang produksi.
Jumlah cabang Buah Naga yang terlalu banyak juga menyebabkan hasil produksi Buah Naga tidak
maksimal. Unsur hara yang diserap pohon naga akan habis untuk memenuhi
kebutuhan batangnya saja. Jumlah normal cabang sekitar 4-6 cabang/pohon.
Ketika pada masa berbuah, pemotongan
ujung cabang diperlukan agar cabang tidak berkonsentrasi untuk
pengembangan batang. Sehingga unsur hara bisa dialihkan untuk pemenuhan
pembesaran Buah Naga.
Unsur Kalium sangat penting dalam proses pembentukan dan pembesaran Buah Naga.
Unsur Kalium alami/organik banyak didapatkan dari Pangkal pohon pisang,
serabut kelapa, organik laut, tulang ikan/hewani, daun teh dll. Bahan
bahan alami tersebut diproses dengan cara fermentasi. Kalium anorganik
didapat dari ZK, MKP, KNO3. Bahan Kalium bisa disemprotkan dan juga bisa
ditaburkan disekitar tanaman.
5. Panen
Setelah
tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada
tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri – ciri warna
kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi
kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat
dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar
Dalam
2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d
10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram
Buah naga yang ditanam di pot dapat
digunakan sebagai tanaman hias untuk memperindah halaman rumah sekaligus
dapat dinikmati buahnya. Kelebihan penanaman buah naga di pot adalah
bisa dipindahkan dan diatur letak tanamannya sesuai keinginan. Menurut
Tim Karya Tani Mandiri (2010), langkah-langkah pembudidayaan buah naga
di pot adalah sebagai berikut.
1. Penyediaan Pot
Pot yang digunakan dapat terbuat dari
bahan semen, plastik, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Namun,
pot dari bahan tanah liat adalah yang paling ideal karena tanaman buah
naga membutuhkan perubahan suhu yang drastis dari siang ke malam dalam
proses pembungaan. Ukuran pot yang digunakan semakin besar semakin baik,
minimal berdiameter sekitar 40 cm.
2. Penyediaan Tiang Panjatan
Tiang panjatan yang digunakan terbuat
dari besi beton berdiameter 8-10 cm atau balok kayu yang kuat dan tahan
lama karena usia buah naga yang bisa mencapai puluhan tahun. Tinggi
tiang antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot. Pada bagian bawah
tiang diberi kaki-kaki penguat agar nantinya bisa kuat dan tidak mudah
goyah. Untuk tiang dari besi beton, bagian yang terpendam dalam tanah
bisa diberi aspal untuk menghindari karat. Untuk bagian atas tiang
diberi piringan yang berbentuk seperti setir mobil yang berfungsi untuk
menyangga cabang-cabang produksi yang banyak.
3. Penyediaan Media Tanam
Bahan-bahan media tanam yang digunakan
adalah pasir, tanah, pupuk kandang, dan kompos dengan perbandingan 2 : 1
: 3 : 1. Dapat juga ditambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan
dolomit sebanyak 100 g dicampur rata dengan bahan-bahan tersebut.
Kemudian media tanam disiram dengan air hingga kondisi jenuh dan
dibiarkan selama sehari semalam.
4. Penanaman Bibit
Bibit yang dipilih adalah bibit yang
besar dari batang tua yang berwarna hijau tua keabuan dan bebas dari
penyakit. Ukuran bibit minimal 30 cm. Bibit ditanam di sekitar tiang
panjatan dengan kedalaman 10 cm. Setelah ditanam, media tanam
ditekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam
disiram dengan air dan diletakkan di tempat terbuka yang tidak ternaungi
sehingga terkena sinar matahari yang full.
Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret
Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar